Selasa, 15 Mei 2012

Rangkuman MKDK


A.Media Komunikasi

Media komunikasi berasal dari dua kata yakni media dan komunikasi. Media adalah peralatan atau kegiatan yang menciptakan suatu kondisi sehingga memungkinkan seseorang memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Adapun yang dimaksud media komunikasi adalah media yang dipergunakan dalam proses komunikasi untuk mencapai suatu tujuan atau suatu alat yang dipergunakan untuk mempermudah penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain, untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Ä Secara umum fungsi media komunikasi yaitu :
1.      Alat untuk menyampaikan informasi
2.      Alat untuk menerjemahkan lambang komunikasi
3.      Alat untuk mempercepat dan mempersingkat penyampaian informasi
4.      Alat untuk menghibur (to entertaint) dan mendidik (to educat)

Ä Menurut jenisnya, media komunikasi dapat dikelompokkan dalam tiga macam, yaitu:
1.      Media komunikasi berupa audio, yaitu suatu alat komunikasi yang dapat ditangkap melalui alat pendengaran.
Contohnya : telepon, radio, dan tape recorder.
2.      Media komunikasi berupa visual, yaitu alat komunikasi yang ditangkap melalui alat penglihatan.
Contohnya : surat, transparansi, dan chart.
3.      Media komunikasi yang berupa audio visual, yaitu alat komunikasi yang dapat dilihat dan dapat didengar.
Contohnya : televisi, VCD, layar lebar, internet, kunjungan, dan wawancara (face to face).

B. Keuntungan dan Kelemahan Media komunikasi.

Media komunikasi selain sebagai alat penyampaian pesan (to inform), mempermudah penyampaian informasi, dan sebagai alat motivasi, juga dapat memperjelas isi dan maksud informasi yang akan disampaikan.

Ä Secara singkat dan rinci, media komunikasi mempunyai beberapa fungsi, diantaranya :
1.      Mempermudah penyampaian pesan atau informasi kepada komunikan
2.      Sebagai alat untuk membangkitkan motivasi komunikan
3.      Mempersingkat waktu penyampaian informasi kepada komunikan
4.      Membangkitkan daya tarik pesan yang akan disampaikan
5.      Mengkonkretkan isi berita yang bersifat abstrak
6.      Mempelajari isi dan maksud informasi yang akan disampaikan
7.      Merupakan alat hiburan dan mendidik para komunikan



Ä Berdasarkan sasaran yang dituju, media komunikasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :

1.     Media Komunikasi Umum
Media komunikasi umum adalah alat-alat penyampain pesan/message yang ditujukan kepada sasaran tunggal, kelompok, atau massa.
Contohnya : telepon, surat, telegraf, brosur, plakat, poster, spanduk, dan pamflet.
2.     Media Komunikasi Massa.
Media komunikasi massa adalah alat-alat penyampaian pesan/message yang hanya digunakan atau ditujukan dalam komunikasi massa.
Contohnya : telepon, TV, radio, telegraf, brosur, plakat, poster, pamflet, dan spanduk.

Ä Berdasarkan jenisnya, media komunikasi yang digunakan sehari-hari, diantaranya :
1.      Surat prive.
Surat prive adalah media komunikasi visual dalam bentuk tulisan yang dipergunakan dalam komunikasi antar personal/individu.
2.      Telepon.
Telepon adalah media komunikasi audio yang dipergunakan dalam komunikasi antar personal/individu.
3.      Pertemuan.
Pertemuan adalah jenis media komunikasi audio visual dalam komunikasi kelompok yang bersifat langsung.
4.      Wawancara.
Wawancara adalah media komunikasi audio visual karena komunikasi berlangsung dengan tatap muka dan dua arah.
5.      Kunjungan.
Kunjungan adalah media komunikasi audio visual dalam suatu kelompok.

Ä Media komunukasi yang dipergunakan mempunyai keuntungan dan kelemahan, diantaranya :
1.      Media audio (pendengaran)
Keuntungannya :
a.      Harganya relatif murah
b.      Dapat membangkitkan fantasi pendengaran
c.       Mudah dibuat dan digunakan
d.     Alatnya sangat sederhana

Kelemahannya :
a.      Agak sulit dikontrol
b.      Kualitas suaranya cenderung menurun atau berkurang
c.       Apabila ada kesalahan harus membuat naskah baru
d.     Tidak dapat ditampilkan secara visual

2.      Media visual (penglihatan)
Keuntungannya :
a.      Informasi yang disampaikan lebih jelas
b.      Biaya pembuatannya relatif murah
c.       Pelaksanaannya dapat menghemat tenaga
d.     Pembuatan dan penggunaannya lebih mudah

Kelemahannya :
a.      Perlu waktu untuk menafsirkan pengertiannya
b.      Menimbulkan rasa bosan atau jenuh
c.       Menimbulkan gangguan-gangguan yang tidak diinginkan




3.      Media audio visual (pendengaran dan penglihatan)
Keuntungannya :
a.      Pemakaiannya tidak membosankan
b.      Hasilnya lebih mudah untuk dimengerti dan dipahami
c.       Informasi yang diterima lebih jelas dan mudah dimengerti
d.     Informasi yang disampaikan dapat diterima sesuai dengan kenyataan

Kelemahannya :
a.      Suaranya kadang-kadang tidak jelas
b.      Pelaksanaannya perlu waktu cukup lama
c.       Pelaksanaannya memakan tempat yang cukup luas
d.     Biayanya relatif lebih mahal


C.Prosedur dan Format yang Relevan dalam Komunikasi Bisnis.

Mengidentifikasi prosedur dan format yang relevan dalam komunikasi bisnis, adalah menetapkan suatu cara/langkah demi langkah dalam memecahkan suatu problem dan mencari bentuk serta ukuran yang sesuai dengan keadaan.
Perencanaan pesan-pesan bisnis merupakan suatu langkah strategis bagi pencapaian tujuan suatu organisasi secara menyeluruh dan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan.
Komunikasi pesan-pesan bisnis yang terncana dengan baik, akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi. Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap, yaitu :

1.      Perencanaan

Dalam fase perencanaan (planning place) harus dipkirkan hal-hal yang cukup mendasar, seperti maksud dan tujuan komunikasi, komunikan yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea) pesan-pesan yang akan disampaikan serta saluran/media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Disamping itu, intonasi juga perlu diatur, apakah melemah, mendatar, atau meninggi. Hal yang terpenting adalah menyiasati situasi yang ada, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
Pada dasarnya, proses perencananaan meliputi tiga tahapan penting yang perlu diperhatikan, yaitu mendefinisikan tujuan, menganalisis audiens, dan memilih saluran dan media komunikasi yang akan digunakan.

2.      Organisasi dan Komposisi

Setelah tahapan perencanaan, tahap berikutnya adalah bagaimana mengorganisasikan ide-ide dan selanjutnya dituangkan dalam bentuk draf, yang berkaitan dengan komitmen pemikiran kamu, yang dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf, dan memilih ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya.
Organisasi dan komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat, dan paragraf. Oleh karenanya perlu diperhatikan bagaimana menggunakan kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan oleh si penerima pesan.

3.      Revisi

Setelah ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, maupun paragraf, yang perlu diperhatikan adalah apakah kata-kata, kalimat, dan paragraf tersebut telah diekspresikan dengan benar.
Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelaah kembali baik substansi pesan yang ingin disampaikan, maupun gaya penulisan, serta struktur kalimat yang digunakan.
Oleh karena perkembangan dunia bisnis saat ini begitu cepat, maka penyampaian pesan-pesan bisnis perlu tetap memperhatikan bagaimana merencanakan, mengorganisasikan, dan mengkomposisi, serta merevisi pesan-pesan bisnis secara jelas dan seefektif mungkin.

4.      Memahami Proses Menyusun Prencanaan Pesan-Pesan Bisnis

Dalam pesan-pesan bisnis yang diorganisasikan dengan baik, semua informasi penting dan maksud/tujuan penulisan dinyatakan secara jelas, ide-ide disajikan secara logis. Pengorganisasian pesan yang baik adalah penting karena hal itu membuat pesan-pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif sehingga memudahkan atau menyederhanakan pekerjaan komunikator.
Pengorganisasian suatu pesan memerlukan pengelompokkan ide-ide secara tepat. Ada dua pendekatan organisasional yang cukup mendasar, yaitu pendekatan langsung (direct approach) yang sering disebut pendekatan dedukatif dan pendekatan tak langsung (indirect approach) yang sering disebut pendekatan induktif. Dengan pendekatan langsung, ide pokok ditempatkan pada bagian terdahulu kemudian baru diikuti bukti-bukti pendukungnya; sedangkan pendekatan tak langsung, bukti-bukti pendukung ditempatkan terdahulu, kemudian diikuti dengan ide pokoknya.
Revisi merupakan langkah terakhir dalam mengembangkan pesan-pesan bisnis secara efektif. Masing-masing pesan bisnis tersebut perlu diedit, baik menyangkut masalah isi dan pengorganisasiannya, gaya penyampaian, dan format penulisan.
Penulisan pesan-pesan bisnis yang paling efektif akan mencakup keseimbangan pemilihan terhadap ketiga jenis kalimat, yaitu kalimat sederhana, majemuk, dan kompleks. Kalimat-kalimat yang singkat dan kalimat aktif akan mempermudah audiens kamu dalam memahami maksud dan tujuan suatu pesan bisnis.
Dalam mengembangkan suatu paragraf, dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain dengan menggunakan ilustrasi, perbandingan, pembahasan mengenai sebab-akibat, melakukan klasifikasi (pengelompokan), dan pembahasan mengenai pemecahan masalah (problem solving). Pusatkan perhatian pada ide tunggal dan usahakan penulisan setiap paragraf singkat saja.

Sabtu, 05 Mei 2012


“ Potensi Bisnis Teh Rosella Menyehatkan


  
           Tahu tanaman rossela kini sudah menjadi bisnis minuman olahan sejenis teh yang dikembangkan secara kemitraan.

        Bayu Joko Waluyojati, seorang lulusan sarjana ekonomi mencoba keberuntungannya dengan mengembangkan usaha kemitraan minuman teh rosella sejak beberapa tahun lalu. Ide awal bisnisnya ternyata terinpirasi dari menggeliatnya permintaan bunga rosella ke Jepang sedangkan di dalam negeri belum banyak dikembangkan.


”Waktu di Surabaya saya dapat informasi rosella diekspor mentah-mentah ke Jepang, 10 kontaiter per minggu dari Surabaya, di Jepang rosella untuk obat,” kata Bayu.

Dari situlah ia mencoba mengembangkan informasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) maupun kampus Universitas Airlangga. Hasilnya mengejutkan, kembang rosella memang sangat berkhasiat mengobati penyakit-penyakit organik seperti darah tinggi, kolesterol, kencing manis, asam urat dan lain-lain.

Menurutnya masyarakat di wilayah Sumatera sudah akrab dengan kembang rosella yang dipakai sebagai bumbu dapur sedangkan di wilayah Jawa digunakan sebagai manisan. Bahkan di lokasi-lokasi pabrik gula di Jawa, tanaman rosella sering dijumpai.

“Rosella tahun 2007 sempat booming. Sayangnya banyak orang yang mencederai dengan menjual produk daur ulang maka setelah itu pamor rosella sempat jatuh lagi,” katanya.

Meskipun begitu, pada tahun 2008 ia nekad mulai mengembangkan usaha kemitraan kembang rosella yang ia sulap menjadi minuman populer teh rosella. Saat ini setidaknya sudah ada 15 mitra yang bergabung diantaranya 12 outlet di Jakarta, 1 outlet di  Pekanbaru, 1 outlet di Cilegon, dan 1 outlet di Batam.

“Ada paket yang bisa diperoleh mitra yaitu paket Rp 3 juta atau Rp 4 juta plus teh hijau  rosella,” katanya.

Bagi mitra yang bergabung dengan berinvestasi Rp 3 juta, akan mendapatkan fasilitas antara lain meja display lengkap, satu termos es, satu dispenser dan tutupnya, dua seragam, 100 buah gelas untuk promosi, dan 100 paket gelas teh kering untuk promosi.

Ia menuturkan berdasarkan pengalaman mitra-mitranya yang sudah bergabung, balik modal bisa terjadi 2–3 bulan saja, dengan rata-rata penjualan 80–100 gelas per hari. Bayu menyarankan lokasi-lokasi yang cocok antara lain pasar tradisional, mal, sekolah, kantin umum, juga lokasi-lokasi di rumah sakit.

Bayu menjelaskan si mitra juga akan mendapatkan fasilitas pelatihan dalam meracik teh rossela agar standar yang dihasilkan memiliki cita rasa yang sama. Mengenai harga jual, pihaknya memberikan harga Rp 1100 per gelas minuman (termasuk teh dan gelasnya). Para mitra boleh menjual secara bebas, namun harga pasaran saat ini mencapai Rp 2.500–3.000 per gelas teh rosella. “Setiap mitra yang baru buka kita berikan 100 gelas gratis,” katanya.

Mengenai rasa, teh rosella sejatinya memiliki rasa yang sangat asam, namun pencampuran teh rosella dengan gula memberikan cita rasa seperti lemon tea.