A.Media Komunikasi
Media
komunikasi berasal dari dua kata yakni media
dan komunikasi. Media adalah
peralatan atau kegiatan yang menciptakan suatu kondisi sehingga memungkinkan
seseorang memperoleh keterampilan, pengetahuan, dan sikap. Adapun yang dimaksud
media komunikasi adalah media yang dipergunakan dalam proses komunikasi untuk
mencapai suatu tujuan atau suatu alat yang dipergunakan untuk mempermudah
penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain, untuk mencapai tujuan
yang ditentukan.
Ä Secara umum fungsi media komunikasi
yaitu :
1. Alat untuk
menyampaikan informasi
2. Alat untuk
menerjemahkan lambang komunikasi
3. Alat untuk
mempercepat dan mempersingkat penyampaian informasi
4. Alat untuk
menghibur (to entertaint) dan mendidik (to educat)
Ä Menurut jenisnya, media komunikasi
dapat dikelompokkan dalam tiga macam, yaitu:
1. Media komunikasi
berupa audio, yaitu suatu alat komunikasi yang dapat ditangkap
melalui alat pendengaran.
Contohnya : telepon, radio, dan tape
recorder.
2.
Media komunikasi berupa visual, yaitu alat komunikasi yang ditangkap
melalui alat penglihatan.
Contohnya : surat,
transparansi, dan chart.
3. Media komunikasi
yang berupa audio visual, yaitu alat
komunikasi yang dapat dilihat dan dapat
didengar.
Contohnya :
televisi, VCD, layar lebar, internet, kunjungan, dan wawancara (face to face).
B. Keuntungan dan
Kelemahan Media komunikasi.
Media komunikasi selain sebagai alat
penyampaian pesan (to inform), mempermudah penyampaian informasi, dan sebagai
alat motivasi, juga dapat memperjelas isi dan maksud informasi yang akan
disampaikan.
Ä Secara singkat dan
rinci, media komunikasi mempunyai beberapa fungsi, diantaranya :
1. Mempermudah penyampaian
pesan atau informasi kepada komunikan
2. Sebagai alat untuk
membangkitkan motivasi komunikan
3. Mempersingkat waktu
penyampaian informasi kepada komunikan
4. Membangkitkan daya
tarik pesan yang akan disampaikan
5. Mengkonkretkan isi
berita yang bersifat abstrak
6. Mempelajari isi dan
maksud informasi yang akan disampaikan
7. Merupakan alat
hiburan dan mendidik para komunikan
Ä Berdasarkan
sasaran yang dituju, media komunikasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu :
1. Media Komunikasi
Umum
Media komunikasi umum
adalah alat-alat penyampain pesan/message yang ditujukan kepada sasaran
tunggal, kelompok, atau massa.
Contohnya : telepon,
surat, telegraf, brosur, plakat, poster, spanduk, dan pamflet.
2. Media Komunikasi
Massa.
Media komunikasi
massa adalah alat-alat penyampaian pesan/message yang hanya digunakan atau
ditujukan dalam komunikasi massa.
Contohnya :
telepon, TV, radio, telegraf, brosur, plakat, poster, pamflet, dan spanduk.
Ä Berdasarkan
jenisnya, media komunikasi yang digunakan sehari-hari, diantaranya :
1. Surat prive.
Surat prive adalah
media komunikasi visual dalam bentuk tulisan yang dipergunakan dalam komunikasi
antar personal/individu.
2. Telepon.
Telepon adalah
media komunikasi audio yang dipergunakan dalam komunikasi antar
personal/individu.
3. Pertemuan.
Pertemuan adalah
jenis media komunikasi audio visual dalam komunikasi kelompok yang bersifat
langsung.
4. Wawancara.
Wawancara adalah
media komunikasi audio visual karena komunikasi berlangsung dengan tatap muka
dan dua arah.
5. Kunjungan.
Kunjungan adalah
media komunikasi audio visual dalam suatu kelompok.
Ä Media komunukasi
yang dipergunakan mempunyai keuntungan dan kelemahan, diantaranya :
1. Media audio
(pendengaran)
Keuntungannya :
a. Harganya relatif
murah
b. Dapat membangkitkan
fantasi pendengaran
c. Mudah dibuat dan
digunakan
d. Alatnya sangat
sederhana
Kelemahannya :
a. Agak sulit
dikontrol
b. Kualitas suaranya
cenderung menurun atau berkurang
c. Apabila ada
kesalahan harus membuat naskah baru
d. Tidak dapat
ditampilkan secara visual
2. Media visual
(penglihatan)
Keuntungannya :
a. Informasi yang
disampaikan lebih jelas
b. Biaya pembuatannya
relatif murah
c. Pelaksanaannya
dapat menghemat tenaga
d. Pembuatan dan
penggunaannya lebih mudah
Kelemahannya :
a. Perlu waktu untuk
menafsirkan pengertiannya
b. Menimbulkan rasa
bosan atau jenuh
c. Menimbulkan
gangguan-gangguan yang tidak diinginkan
3. Media audio visual
(pendengaran dan penglihatan)
Keuntungannya :
a. Pemakaiannya tidak
membosankan
b. Hasilnya lebih
mudah untuk dimengerti dan dipahami
c. Informasi yang
diterima lebih jelas dan mudah dimengerti
d. Informasi yang
disampaikan dapat diterima sesuai dengan kenyataan
Kelemahannya :
a. Suaranya
kadang-kadang tidak jelas
b. Pelaksanaannya
perlu waktu cukup lama
c. Pelaksanaannya
memakan tempat yang cukup luas
d. Biayanya relatif
lebih mahal
C.Prosedur dan Format yang Relevan dalam Komunikasi Bisnis.
Mengidentifikasi
prosedur dan format yang relevan dalam komunikasi bisnis, adalah menetapkan
suatu cara/langkah demi langkah dalam memecahkan suatu problem dan mencari
bentuk serta ukuran yang sesuai dengan keadaan.
Perencanaan
pesan-pesan bisnis merupakan suatu langkah strategis bagi pencapaian tujuan
suatu organisasi secara menyeluruh dan merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan.
Komunikasi
pesan-pesan bisnis yang terncana dengan baik, akan mempermudah pencapaian
tujuan komunikasi. Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap, yaitu :
1. Perencanaan
Dalam fase
perencanaan (planning place) harus dipkirkan hal-hal yang cukup mendasar,
seperti maksud dan tujuan komunikasi, komunikan yang akan menerima pesan, ide
pokok (main idea) pesan-pesan yang akan disampaikan serta saluran/media yang
akan digunakan untuk menyampaikan pesan. Disamping itu, intonasi juga perlu
diatur, apakah melemah, mendatar, atau meninggi. Hal yang terpenting adalah
menyiasati situasi yang ada, sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai.
Pada dasarnya,
proses perencananaan meliputi tiga tahapan penting yang perlu diperhatikan,
yaitu mendefinisikan tujuan, menganalisis audiens, dan memilih saluran dan
media komunikasi yang akan digunakan.
2. Organisasi dan
Komposisi
Setelah tahapan
perencanaan, tahap berikutnya adalah bagaimana mengorganisasikan ide-ide dan
selanjutnya dituangkan dalam bentuk draf, yang berkaitan dengan komitmen
pemikiran kamu, yang dimulai dengan merangkai kata, kalimat, paragraf, dan
memilih ilustrasi yang diperlukan untuk mendukung ide pokok bahasannya.
Organisasi dan
komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan kata-kata, kalimat,
dan paragraf. Oleh karenanya perlu diperhatikan bagaimana menggunakan
kata-kata, kalimat, dan paragraf yang sederhana, mudah dipahami, dimengerti,
dan dilaksanakan oleh si penerima pesan.
3. Revisi
Setelah ide
dituangkan dalam kata-kata, kalimat, maupun paragraf, yang perlu diperhatikan
adalah apakah kata-kata, kalimat, dan paragraf tersebut telah diekspresikan
dengan benar.
Seluruh maksud dan
isi pesan harus ditelaah kembali baik substansi pesan yang ingin disampaikan,
maupun gaya penulisan, serta struktur kalimat yang digunakan.
Oleh karena
perkembangan dunia bisnis saat ini begitu cepat, maka penyampaian pesan-pesan
bisnis perlu tetap memperhatikan bagaimana merencanakan, mengorganisasikan, dan
mengkomposisi, serta merevisi pesan-pesan bisnis secara jelas dan seefektif
mungkin.
4. Memahami Proses
Menyusun Prencanaan Pesan-Pesan Bisnis
Dalam pesan-pesan bisnis yang
diorganisasikan dengan baik, semua informasi penting dan maksud/tujuan
penulisan dinyatakan secara jelas, ide-ide disajikan secara logis.
Pengorganisasian pesan yang baik adalah penting karena hal itu membuat
pesan-pesan yang disampaikan menjadi lebih efektif sehingga memudahkan atau
menyederhanakan pekerjaan komunikator.
Pengorganisasian suatu pesan
memerlukan pengelompokkan ide-ide secara tepat. Ada dua pendekatan
organisasional yang cukup mendasar, yaitu pendekatan langsung (direct approach)
yang sering disebut pendekatan dedukatif dan pendekatan tak langsung (indirect
approach) yang sering disebut pendekatan induktif. Dengan pendekatan langsung,
ide pokok ditempatkan pada bagian terdahulu kemudian baru diikuti bukti-bukti
pendukungnya; sedangkan pendekatan tak langsung, bukti-bukti pendukung
ditempatkan terdahulu, kemudian diikuti dengan ide pokoknya.
Revisi merupakan langkah terakhir
dalam mengembangkan pesan-pesan bisnis secara efektif. Masing-masing pesan
bisnis tersebut perlu diedit, baik menyangkut masalah isi dan
pengorganisasiannya, gaya penyampaian, dan format penulisan.
Penulisan pesan-pesan bisnis yang
paling efektif akan mencakup keseimbangan pemilihan terhadap ketiga jenis
kalimat, yaitu kalimat sederhana, majemuk, dan kompleks. Kalimat-kalimat yang
singkat dan kalimat aktif akan mempermudah audiens kamu dalam memahami maksud
dan tujuan suatu pesan bisnis.
Dalam mengembangkan suatu paragraf,
dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, antara lain dengan menggunakan
ilustrasi, perbandingan, pembahasan mengenai sebab-akibat, melakukan
klasifikasi (pengelompokan), dan pembahasan mengenai pemecahan masalah (problem
solving). Pusatkan perhatian pada ide tunggal dan usahakan penulisan setiap
paragraf singkat saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar